Halaman

Kamis, 30 Mei 2013

HATERS make us Famous

Pikiranku berhenti berputar disaat kelumit-kelumit waktu yang sedang mengitarinya. Hanya bersandar di ujung jendela dan seketika itu dipikiranku hanya kehampaan yang sedang mengapung tidak jelas. 
Mengapa seperti ini ? 
menghilang ? pergi ? menjauh ? itukah yang kalian inginkan ?
aku akan selalu merekam segala kejadian itu di memoriku. Seakan semua ingatan di memoriku menguak untuk segera mengungkapkan apa sebenarnya yang sedang ada dibenak ku. 
Yang ku lakukan saat ini hanyalah Diam , Tersenyum , Melihat , Mendengar tentang apa cacian dan perkataan kalian yang menghujatku dengan beribu kata yang sebenarnya tidak pernah terjadi. 

Tuhan sayang kepadaku yang memberikanku cobaan , agar aku kuat , dan tetap tegar mengalami cobaan ini. Apakah seperti ini cara Tuhan mendewasakan ku ? " YA " mengapa ? " kau berbeda dengan yang lain , kau adalah dirimu sendiri , kau unik dan kau istimewa. Apakah mereka seperti diriku? " TIDAK , kau berbeda dengan mereka , tunjukan perbedaan dirimu dengan mereka. Dengan cara apa ? " anggap mereka itu sebagai Inspirasi mu , karena dengan mereka berbuat seperti itu berjuta-juta keuntungan yang kau dapatkan , dari mereka kau bisa lebih bersikap dan berfikir dewasa , dari mereka kau bisa belajar lebih baik lagi , dan dari mereka kau bisa membuktikan dan menunjukkan bahwa kau tidak seperti apa yang mereka katakan. kau berbeda dengan yang dulu , kau sekarang telah menjadi pribadi dan sikap yang Langka dengan mereka. percuma saja ilmu yang mereka dapatkan , tetapi tidak bisa mengaplikasikannya didalam kehidupannnya sendiri. Sedangkan Kau ? Kau sungguh-sungguh berbeda dengan mereka.      Be Your Self.
Seharusnya kau harus berterima kasih kepada mereka , berkat mereka kau bisa menjadi Pribadi yang lebih baik. 
~ Haters adalah Fans yang tertunda ~   

Rabu, 29 Mei 2013

Jiwa yang Tenang dalam kedamaian


Tanpa basa-basi lagi aku ingin menuliskan beberapa tentang jiwa yang tenang dalam kedamaian. Apakah pernah kau merasakan itu ? bisakah jiwa yang lemah ini merasakan sedikit ketenangan dalam kedamaian ? Haruskah aku merasakan luka agar jiwa ini dapat terobati dengan kedamaian ?
Menghilang…. ??
Atau hanya keegoisan diri yang dapat merasakan jiwa yang damai itu ?
Ingin aku lenyapkan rasa sakitt yang dalam itu untuk menciptakan atau membuka seribu lembaran-lembaran baru  kepada jiwa yang ditinggalkan ? ketika harapan yang hamper sirna ini berada di ujung persimpangan yang sedikit lagi akan menghilang.
Bukankah sesuatu yang menghilang itu identik dengan kegelapan ? ketika semua menghilang dalam gelapnya malam , aku merasa jiwa ini akan menangis yang selalu menanti , mencari  dan ingin sekali merasakan “ Jiwa ini Tenang dalam Kedamaian”. 



Dari : 
~ Hati yang sedih dalam kesepian dan keheningan ruang dan waktu yang berharap raga ini akan Damai dalam ketenangan  ~

Tentang Rindu



Diantara kebahagiaan yang aku rasakan kini dan di antara ribuan putaran waktu , terselip sebuah rasa yang selalu mendesak ingin keluar untuk tercurahkan kepada seseorang yang aku rindu. Lagi , lagi dan lagi semua itu terhenti dalam tegasnya garis-garis kesibukan dan akan terhenyak kembali di persimpangan-persimpangan yang rumit. Yah perlu aku katakan Rindu itu sulit.
Why ?
Untuk menyapanya saja seakan bibir ini terkunci rapat-rapat akibat butiran-butiran kebisuan yang saling menerpa yang ingin memburamkan segala rasa kerinduan. Untuk menghantarkan sekejap rasa dan tawa dalam mengisi segala kehampaan. Hasrat ini tak berhenti selalu ingin berbisik pada angin untuk menitipkan pesan sepucuk rindu yang ku rasa.
Kepada siapa ??? …..
Kepada dirinya yang selalu menenangkan jiwa yang sedih. Yang saat ini kurindukan tawanya dalam kehangatan jiwa berbeda. Aku rindu dengan kata –kata  indahnya , senyumannya yang membuat aku tak bisa lupa Dan segala tutur kata lembutnya yang membuat hati ini semakin damai.